Kertas sering kelihatan sepele, sampai suatu hari hasil print jadi belang, tinta tembus ke belakang, atau undangan yang harusnya elegan malah terasa “biasa aja”.
Kertas itu punya karakter masing-masing. Kalau salah pilih, bukan cuma hasil yang turun, tapi juga buang waktu dan biaya tanpa terasa.
Kertas adalah lembaran tipis yang dibuat dari serat selulosa, umumnya berasal dari kayu, yang diproses menjadi media untuk menulis, mencetak, hingga kebutuhan kemasan.
Prosesnya dimulai dari kayu yang dihancurkan menjadi pulp (bubur), lalu dibersihkan, diputihkan, dan dicampur bahan tambahan. Setelah itu, pulp diratakan di atas mesin, dikeringkan, dipadatkan, lalu dipotong sesuai ukuran. Dari sinilah lahir berbagai jenis kertas dengan karakter yang berbeda-beda.
Supaya tidak salah pilih, kenali dulu jenis-jenis kertas berikut dan kapan sebaiknya digunakan.
Kertas paling umum yang hampir semua orang pernah pakai. Biasanya digunakan untuk print, fotokopi, dan dokumen sehari-hari. Teksturnya halus, warnanya putih terang. Daya serapnya cukup tinggi, jadi cocok untuk tinta printer. Gramasi: 60–100 gsm. Ukuran populer: A4, F4, Letter.
Kalau pernah pegang struk belanja, itu biasanya pakai kertas ini. Tidak butuh tinta karena menggunakan panas dari printer. Permukaannya licin dan sensitif terhadap suhu. Gramasi: 48–80 gsm. Ukuran: roll (58mm, 80mm).
Sering dipakai di printer dot matrix untuk laporan berlapis. Ciri khasnya ada lubang di sisi kiri dan kanan. Biasanya digunakan untuk invoice atau laporan sistem lama. Gramasi: 50–60 gsm.
Digunakan untuk membungkus hadiah. Motifnya beragam, dari yang simpel sampai yang mencolok. Daya serap rendah, lebih fokus ke tampilan. Gramasi: 60–100 gsm.
Pilihan utama untuk hasil cetak yang terlihat “mahal”. Permukaannya dilapisi (coated), bisa glossy atau doff. Cocok untuk brosur, katalog, atau majalah. Gramasi: 120–400 gsm.
Kertas hasil daur ulang dengan tampilan kusam. Biasanya dipakai untuk koran atau buku ekonomis. Teksturnya agak kasar. Gramasi: 48–70 gsm.
Punya tekstur garis halus yang terasa elegan saat disentuh. Sering dipakai untuk undangan atau sertifikat. Gramasi: 220–300 gsm.
Kertas tebal untuk kebutuhan kemasan sederhana. Cukup kuat tapi tetap ekonomis. Gramasi: 160–400 gsm.
Kategori kertas premium dengan banyak variasi tekstur dan warna. Biasanya dipakai untuk kartu nama atau undangan eksklusif. Gramasi: 120–350 gsm.
Mirip linen tapi dengan garis lebih tegas. Memberikan kesan formal dan rapi. Gramasi: 120–250 gsm.
Kertas sangat tipis, hampir transparan. Dulu sering dipakai untuk arsip atau salinan dokumen. Gramasi: 30–40 gsm.
Kertas berwarna yang sering dipakai untuk cover makalah. Cukup tebal dan tidak mudah sobek. Gramasi: 150–220 gsm.
Kertas tanpa karbon yang bisa menyalin tulisan ke lembar di bawahnya. Umum digunakan untuk nota atau kwitansi. Gramasi: 50–60 gsm.
Kertas warna cerah yang sering dipakai untuk kerajinan. Cocok untuk tugas sekolah atau dekorasi. Gramasi: 120–160 gsm.
Karton tebal untuk hardcover atau packaging kuat. Biasanya dipakai sebagai struktur utama. Gramasi: >350 gsm.
Kertas coated tanpa kilap. Memberikan hasil cetak yang elegan tanpa pantulan cahaya. Gramasi: 120–200 gsm.
Kertas coklat alami yang identik dengan konsep ramah lingkungan. Sering dipakai untuk kemasan atau paper bag. Gramasi: 70–300 gsm.
Saya adalah pemuda yang suka tentang dunia online. Memiliki hobi berbagi informasi melalui website.