Pasti dari teman-teman semua tidak ada yang menyadari betapa pentingnya investasi untuk mendapatkan penghasilan lebih dari rata-rata inflasi yang terjadi.
Semasa kuliah, pasti teman-teman berfikir bahwa kuliah adalah salah satu jalan untuk bisa “applay” dan mendapatkan pekerjaan serta gaji yang layak.
Kenyataanya banyak informasi yang terkadang kurang kita miliki atau sadari, bahwa investasi sejak masa SMA atau kuliah itu sangatlah penting.
Banyak dari kalangan orang tua kita mengajarkan bahwa menabung uang adalah salah satu cara untuk kita bisa memiliki suatu produk atau barang yang kita inginkan. Baik berupa handphone, kendaran bermotor, mobil, atau rumah.
Padahal pada dasarnya menabung dengan uang adalah salah satu cara kita terkena dampak inflasi terhadap kenaikan suatu barang atau jasa.
Kok bisa?
Mari saya jelaskan sedikit bagaimana kita bisa terkena dampak inflasi meski uang yang kita miliki banyak dalam bentuk rupiah.
Teman-teman harus setuju terlebih dahulu bahwa, uang kita itu memiliki pair yaitu USD, diseluruh dunia mata uang USD merupakan pair terbanyak hampir seluruhnya menggunakan mata uang tersebut. Transkasi secara internasional pasti menggunakan USD sebagai landasan mata uang yang digunakan.
Jika
1 USD = Rp 16.340 seperti yang digambar kan pada website konversi mata uang.

Maka kita sepakat, bahwa 1 USD memang lebih tinggi dibanding mata uang kita yaitu rupiah.
Artinya, jika kita bekerja sepanjang waktu, dan sehari 8 jam untuk bekerja, dan mendapatkan gaji UMR yaitu Rp. 2.500.000/bulan. Maka kita sebenarnya sedang mendapatkan 152.99 USD (dalam mata uang USD).
Sedangkan negara berkembang seperti negara kita, pasti terkena dalampak akan halnya inflasi global, dimana FED memberikan acuan suku bunga terhadap negara-negara yang berhutang padanya. Secara otomatis mata uang kita terlihat lebih kecil dibanding USD, atau bisa jadi 1 USD akan memiliki nilai sampai Rp 20.000.
Dengan kata lain, semakin kita bekerja dengan gaji UMR yang tinggi, sebenarnya kita sedang tidak keluar ke mana-mana, karena pair mata uang kita tetap kalah dengan USD, dan itu menyebabkan semua kebutuhan pokok meningkat, seiring pajak yang diberlakukan oleh pemerintah.
Itu adalah gambaran sederhana.
Dinegara luar sana, investasi menjadi salah satu hal yang banyak dilakukan warga negara maju. Mereka sadar, bahwa semakin tinggi penghasilan mereka itu akan bergaris lurus dengan naiknya semua kebutuhan hidup, seperti makan, apartemen, kost, rumah, kendaraan, dan sebagainya.
Hal itu didasari karena pajak disuatu negara pasti juga akan naik.
Nah, disitulah investasi menjadi salah satu hal yang lebih baik dibanding hanya menabung rupiah.
Ketika kamu mencoba menabung rupiah selama 5 tahun dengan jumlah Rp 10.000.000 dan bisa membeli 1000 mangkok bakso, bisa saja uang tabungan kamu nanti hanya setelah 5 tahun tersebut hanya mendapatkan 100 mangkok bakso.
Itu akan sangat berbeda jauh dengan investasi. Investasi dapat merubah segalanya, ketika kamu mencoba membeli saham dari perusahaan Aqua.
Maka 5 tahun lagi bisa jadi saham Aqua dapat memberikan return lebih tinggi dibanding 5 tahun sebelumnya. Harga tiap lembar saham pun pasti juga akan jauh berbeda ketika kamu membeli di 5 tahun sebelumnya.
Perkalian presentase dalam lembaran saham membuat hidup kamu menjadi lebih baik dibanding harus menabung mata uang rupiah.
Jadi, menabung jangan dalam bentuk mata uang, akan tetapi kamu bisa juga menabungkan uang tersebut dalam bentuk emas, yang dimana harga emas mengikuti rate dari USD.
Untuk mencoba menabung dalam bentuk investasi, kamu bisa menggunakan aplikasi Bibit di playstore.
[appbox googleplay com.bibit.bibitid]
Masukan kode “dosenkampus” untuk mendapatkan bonus
Saya adalah pemuda yang suka tentang dunia online. Memiliki hobi berbagi informasi melalui website.