17 Jenis Kertas dan Fungsinya Secara Umum, Jangan Salah!

Hdes Parfum - AGRL

Kertas sering kelihatan sepele, sampai suatu hari hasil print jadi belang, tinta tembus ke belakang, atau undangan yang harusnya elegan malah terasa “biasa aja”.

Kertas itu punya karakter masing-masing. Kalau salah pilih, bukan cuma hasil yang turun, tapi juga buang waktu dan biaya tanpa terasa.

Apa Itu Kertas?

Kertas adalah lembaran tipis yang dibuat dari serat selulosa, umumnya berasal dari kayu, yang diproses menjadi media untuk menulis, mencetak, hingga kebutuhan kemasan.

Prosesnya dimulai dari kayu yang dihancurkan menjadi pulp (bubur), lalu dibersihkan, diputihkan, dan dicampur bahan tambahan. Setelah itu, pulp diratakan di atas mesin, dikeringkan, dipadatkan, lalu dipotong sesuai ukuran. Dari sinilah lahir berbagai jenis kertas dengan karakter yang berbeda-beda.

Jenis-Jenis Kertas Secara Umum

Supaya tidak salah pilih, kenali dulu jenis-jenis kertas berikut dan kapan sebaiknya digunakan.

1. Kertas HVS

Kertas paling umum yang hampir semua orang pernah pakai. Biasanya digunakan untuk print, fotokopi, dan dokumen sehari-hari. Teksturnya halus, warnanya putih terang. Daya serapnya cukup tinggi, jadi cocok untuk tinta printer. Gramasi: 60–100 gsm. Ukuran populer: A4, F4, Letter.

2. Kertas Thermal

Kalau pernah pegang struk belanja, itu biasanya pakai kertas ini. Tidak butuh tinta karena menggunakan panas dari printer. Permukaannya licin dan sensitif terhadap suhu. Gramasi: 48–80 gsm. Ukuran: roll (58mm, 80mm).

3. Kertas Continuous Form

Sering dipakai di printer dot matrix untuk laporan berlapis. Ciri khasnya ada lubang di sisi kiri dan kanan. Biasanya digunakan untuk invoice atau laporan sistem lama. Gramasi: 50–60 gsm.

4. Kertas Kado

Digunakan untuk membungkus hadiah. Motifnya beragam, dari yang simpel sampai yang mencolok. Daya serap rendah, lebih fokus ke tampilan. Gramasi: 60–100 gsm.

5. Art Paper dan Art Carton

Pilihan utama untuk hasil cetak yang terlihat “mahal”. Permukaannya dilapisi (coated), bisa glossy atau doff. Cocok untuk brosur, katalog, atau majalah. Gramasi: 120–400 gsm.

6. Buram

Kertas hasil daur ulang dengan tampilan kusam. Biasanya dipakai untuk koran atau buku ekonomis. Teksturnya agak kasar. Gramasi: 48–70 gsm.

7. Linen Jepang

Punya tekstur garis halus yang terasa elegan saat disentuh. Sering dipakai untuk undangan atau sertifikat. Gramasi: 220–300 gsm.

8. BW Carton

Kertas tebal untuk kebutuhan kemasan sederhana. Cukup kuat tapi tetap ekonomis. Gramasi: 160–400 gsm.

9. Fancy

Kategori kertas premium dengan banyak variasi tekstur dan warna. Biasanya dipakai untuk kartu nama atau undangan eksklusif. Gramasi: 120–350 gsm.

10. Concorde

Mirip linen tapi dengan garis lebih tegas. Memberikan kesan formal dan rapi. Gramasi: 120–250 gsm.

11. Doorslag

Kertas sangat tipis, hampir transparan. Dulu sering dipakai untuk arsip atau salinan dokumen. Gramasi: 30–40 gsm.

12. Buffalo

Kertas berwarna yang sering dipakai untuk cover makalah. Cukup tebal dan tidak mudah sobek. Gramasi: 150–220 gsm.

13. NCR

Kertas tanpa karbon yang bisa menyalin tulisan ke lembar di bawahnya. Umum digunakan untuk nota atau kwitansi. Gramasi: 50–60 gsm.

14. Asturo

Kertas warna cerah yang sering dipakai untuk kerajinan. Cocok untuk tugas sekolah atau dekorasi. Gramasi: 120–160 gsm.

15. Yellow Board

Karton tebal untuk hardcover atau packaging kuat. Biasanya dipakai sebagai struktur utama. Gramasi: >350 gsm.

16. Matt Paper

Kertas coated tanpa kilap. Memberikan hasil cetak yang elegan tanpa pantulan cahaya. Gramasi: 120–200 gsm.

17. Kraft

Kertas coklat alami yang identik dengan konsep ramah lingkungan. Sering dipakai untuk kemasan atau paper bag. Gramasi: 70–300 gsm.

Perbedaan Gramasi dan Ketebalan Kertas

Banyak yang mengira gramasi dan ketebalan itu sama, padahal beda.

Gramasi adalah berat kertas dalam satuan gsm (gram per meter persegi). Sedangkan ketebalan adalah seberapa tebal fisik kertas saat dipegang.

Kertas dengan gramasi tinggi biasanya lebih kuat, tapi belum tentu terasa lebih tebal karena tergantung kepadatan materialnya.

Contoh sederhana: kertas 70 gsm cocok untuk dokumen, sedangkan 260 gsm biasa dipakai untuk kartu nama.

Berapa Standar Ukuran Kertas di Indonesia?

Sebagian besar ukuran kertas di Indonesia mengikuti standar internasional, jadi relatif seragam.

Ukuran Kertas Seri A

Mulai dari A0 sampai A6. Yang paling sering dipakai adalah A4.

Ukuran Kertas Seri B

Biasanya untuk kebutuhan cetak besar seperti poster.

Ukuran Kertas Seri C

Digunakan untuk amplop.

Ukuran Kertas Seri F

F4 cukup populer di Indonesia untuk dokumen kantor.

Ukuran Kertas Seri R

Digunakan untuk ukuran foto.

Tips Memilih Kertas dengan Baik dan Benar

Supaya tidak salah beli, ada beberapa hal sederhana yang bisa jadi patokan.

Sesuaikan Ukuran Kertas dengan Kebutuhan

Gunakan ukuran yang tepat supaya tidak banyak terbuang.

Tentukan Pilihan Sesuai Ketebalan/Gramasi

Semakin tinggi gramasi, biasanya semakin premium hasilnya.

Perhatikan Kualitas Kertas

Cek permukaan, warna, dan kekuatan kertas sebelum digunakan.

Kesimpulan : Pemilihan Kertas Menjadi Penting

Lebih baik konsultasikan kebutuhan Anda sekarang dan temukan jenis kertas yang paling sesuai untuk pekerjaan Anda.

Butuh kertas untuk operasional kantor atau bisnis Anda? Jangan asal pilih supplier.

Bekerja sama dengan Distributor ATK seperti Anjaya Sejati adalah solusi yang tepat, bisa bikin semuanya lebih praktis, mulai dari pilihan produk yang lengkap, kualitas yang konsisten, sampai pengiriman yang tepat waktu.

Kalau Anda ingin hasil cetak yang rapi, profesional, dan tidak bikin repot di belakang, mulai dari satu langkah sederhana, pilih kertas yang tepat dari partner yang tepat.

Saya adalah pemuda yang suka tentang dunia online. Memiliki hobi berbagi informasi melalui website.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ini yang Kamu Butuhkan :